Rahmat, Rahmat (2026) Penafsiran Ayat Hijrah Menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wasith. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
603211010019_Rahmat_01_Awal.pdf Download (815kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_02_Bab1.pdf Download (472kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_03_Bab2.pdf Download (441kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_04_Bab3.pdf Download (485kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_05_Bab4.pdf Restricted to Repository staff only Download (606kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_06_Bab5.pdf Download (355kB) |
|
|
Text
603211010019_Rahmat_07_Akhir.pdf Download (390kB) |
|
|
Text
Mzg169qX-SKRIPSI-RAHMAT.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
Abstract
Fokus masalah dari penelitian ini adalah penafsiran ayat hijrah dalam Al-Qur’an dengan berpedoman pada kitab Tafsir Al-Wasith karya Wahbah Az-Zuhaili. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan menjadikan studi kepustakaan sebagai pendekatannya. Sementara itu, berkaitan dengan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, maka perjalanan penelitian ini, peneliti akan mengikut kepada praktik penelitian tematik tokoh, yaitu suatu metode penelitian Al-Qur’an dan tafsir yang berorientasi pada pemikiran atau penafsiran seorang tokoh (mufassir) terhadap suatu tema pembahasan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti akan memanfaatkan informasi-informasi yang diperoleh dari berbagai literatur terkait, dan tentu menggunakan kitab Tafsir Al-Wasith sebagai rujukan primer. Sedangkan, rujukan primer tersebut akan didukung dengan rujukan pendukung lainnya, seperti kitab tafsir lainnya, buku, artikel, jurnal, dan lainnya, terkait dengan makna hijrah dalam Al-Qur’an. Sementara itu, dalam analisis data, peneliti menggunakan analisis deskriptif, yaitu memberikan analisa data berupa pemaparan atau penggambaran mengenai penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya, Tafsir Al-Wasith, terkait makna hijrah dalam Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penafsiran Tafsir al-Wasīth menegaskan bahwa hijrah tidak hanya berarti perpindahan fisik (hijrah hissiyyah), tetapi juga hijrah ma’nawiyah berupa perubahan hati, sikap, dan perilaku menuju kebaikan sebagaimana ditegaskan dalam QS. al-Furqān [25]:30, al-‘Ankabūt [29]:10, al-Muzzammil [73]:10, dan al-Muddatsir [74]:5. Sementara ayat-ayat tentang hijrah hissiyyah, seperti QS. An-Nisā’ [4]:97–100, Al-Anfāl [8]:72, At-Taubah [9]:20, An-Naḥl [16]:41, Al-Ḥajj [22]:58, dan Al-Ḥasyr [59]:8, menunjukkan kedudukan mulia hijrah sebagai simbol pengorbanan, persaudaraan, dan komitmen iman yang dijanjikan Allah dengan pahala besar. Dalam konteks kontemporer, hijrah lebih dimaknai sebagai perubahan pola pikir, hati, dan gaya hidup agar selaras dengan nilai Qur’an, meninggalkan kebiasaan buruk, memperkuat keimanan, serta membangun kehidupan yang lebih bermakna, produktif, dan relevan dengan tantangan modern.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hijrah, Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Wasith |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:30 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:30 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
