Gunawan, Rina (2026) Tinjauan Yuridis terhadap Korban Pencurian Identitas Melalui Platform Digital terkait Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_01-Cover_Pengesahan_Abstrak.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_02-Pendahuluan.pdf Download (642kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_03-Bab 1.pdf Download (458kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_04-Bab 2.pdf Download (493kB) | Preview |
|
Text
301221010028_Rina Gunawan_05-Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (584kB) |
|
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_06-Bab 4.pdf Download (249kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_07-Pustaka.pdf Download (293kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010028_Rina Gunawan_00-Bukti Lulus Turnitin.pdf Download (18MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya tindak pidana pencurian identitas melalui platform digital seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Maraknya kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menunjukkan bahwa perlindungan terhadap data pribadi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memberikan perlindungan hukum yang efektif kepada korban. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana tinjauan yuridis terhadap korban tindak pidana pencurian identitas melalui platform digital berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi; dan 2) Bagaimana kendala yang dihadapi dan upaya yang dapat dilakukan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencurian identitas melalui platform digital berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) korban tindak pidana pencurian identitas melalui platform digital belum memperoleh perlindungan hukum secara optimal berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Meskipun undang-undang tersebut telah mengatur berbagai hak subjek data pribadi, dalam praktiknya korban masih menghadapi kendala berupa lemahnya mekanisme pengawasan, belum optimalnya penegakan hukum, belum terbentuknya lembaga pelindungan data pribadi, serta terbatasnya mekanisme pemulihan yang dapat diakses korban; dan 2) korban masih menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh perlindungan hukum, meliputi proses mengetahui terjadinya pencurian identitas, pelaporan, pengumpulan informasi, pembuktian, penelusuran pelaku, koordinasi dengan pihak terkait, serta pemulihan kerugian. Upaya yang dapat dilakukan meliputi optimalisasi penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022, penguatan mekanisme pelaporan dan pengaduan, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, penguatan keamanan sistem dan penanganan bukti digital, serta peningkatan koordinasi dengan platform digital dan pihak pengelola data pribadi untuk memberikan perlindungan dan pemulihan yang lebih efektif bagi korban
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:43 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:43 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
