Yuliana, Yuliana (2026) Analisis Perbandingan Risiko Kredit Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah di BEI. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_011-Cover_Abstrak_Pengesahan.pdf Download (286kB) | Preview |
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_02-Pendauluan.pdf Download (451kB) | Preview |
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_03-Bab1.pdf Download (434kB) | Preview |
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_04-Bab2.pdf Download (576kB) | Preview |
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_05-Bab3.pdf Download (451kB) | Preview |
|
Text
101221010080_Yuliana_06-Bab4.pdf Restricted to Repository staff only Download (611kB) |
|
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_07-Bab5.pdf Download (438kB) | Preview |
Preview |
Text
101221010080_Yuliana_08-Pustaka_Lampiran.pdf Download (404kB) | Preview |
Preview |
Text
Laporan_LILIIII_SC-5164B941156B_file_1.pdf Download (9MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat risiko kredit antara perbankan konvensional dan perbankan syariah yang diwakili oleh Bank Konvensional dan Bank Syariah di BEI selama periode 2020–2025. Risiko kredit merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi. Pengukuran risiko kredit dilakukan menggunakan rasio Non-Performing Loan (NPL) pada Bank Konvensional dan Non-Performing Financing (NPF) pada Bank Syariah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank Konvensional dan PT Bank Syariah Indonesia yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta situs resmi masing-masing bank selama periode 2020–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan membandingkan perkembangan rasio NPL dan NPF, tren perubahan setiap tahun, rata-rata rasio, serta kategori kesehatan bank berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk sama-sama mengalami penurunan tingkat risiko kredit selama periode penelitian. Rasio NPL Bank Mandiri menurun dari 3,06% pada tahun 2020 menjadi 2,00% pada tahun 2025, sedangkan rasio NPF Bank Syariah Indonesia menurun dari 3,13% menjadi 2,00% pada periode yang sama. Rata-rata rasio NPL Bank Mandiri sebesar 2,47%, sedangkan rata-rata rasio NPF Bank Syariah Indonesia sebesar 2,38%. Kedua bank berada dalam kategori sehat karena seluruh rasio berada di bawah batas maksimum 5% yang ditetapkan oleh OJK. Secara umum, PT Bank Syariah Indonesia Tbk memiliki tingkat risiko pembiayaan yang sedikit lebih rendah dibandingkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, meskipun perbedaannya relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kedua bank telah menerapkan manajemen risiko kredit secara efektif dalam menjaga kualitas aset produktif dan stabilitas kinerja keuangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Risiko Kredit, Non-Performing Loan (NPL), Non-Performing Financing (NPF), Bank Konvensional, Bank Syariah. |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Program Studi Manajemen |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 03:20 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 03:20 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
