Pemahaman Dan Praktik Mahar Masyarakat Suku Minang Di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir ( Studi Living Qur’an Terhadap Ayat-Ayat Mahar)

Hidayah, Zhiratul (2026) Pemahaman Dan Praktik Mahar Masyarakat Suku Minang Di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir ( Studi Living Qur’an Terhadap Ayat-Ayat Mahar). Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.

[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_01-Cover_Abstrak_Pengesahan.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_01-Cover_Abstrak_Pengesahan.pdf

Download (13MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_02-Pendahuluan.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_02-Pendahuluan.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_03-Bab 1.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_03-Bab 1.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_04-Bab 2.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_04-Bab 2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_05-Bab 3.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_05-Bab 3.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_06-Bab 4.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_06-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_07-Bab 5.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_07-Bab 5.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 603221010005_Zhiratul Hidayah_08-Pustaka_Lampiran.pdf] Text
603221010005_Zhiratul Hidayah_08-Pustaka_Lampiran.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of cek turnitin.pdf] Text
cek turnitin.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat suku Minangkabau di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir terhadap ayatayat mahar serta mendeskripsikan praktik tradisi mahar dalam pelaksanaan perkawinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dalam perspektif Living Qur'an. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat suku Minangkabau memahami mahar sebagai kewajiban syariat Islam sekaligus hak calon istri yang harus dipenuhi oleh calon suami. Penentuan bentuk dan jumlah mahar dilakukan berdasarkan musyawarah serta kesepakatan kedua belah pihak dengan mempertimbangkan kemampuan calon suami. Praktik perkawinan diawali dengan musyawarah keluarga, dilanjutkan dengan pertunangan, persiapan pernikahan, akad nikah, dan resepsi. Berbagai tradisi adat tetap dipertahankan sebagai identitas budaya, namun pelaksanaannya telah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Minangkabau di perantauan. Penelitian ini juga menemukan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan perkawinan lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan tradisi adat daripada persoalan mahar. Dalam perspektif Living Qur'an, ayat-ayat mahar tidak hanya dipahami sebagai ketentuan normatif, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat melalui praktik pemberian mahar sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Dalam pelaksanaannya, mahar dibedakan dari pemberian atau kebutuhan adat lainnya dalam perkawinan. Mahar dipandang sebagai pemberian yang memiliki dasar agama, sedangkan berbagai bentuk pemberian adat lebih berkaitan dengan kebiasaan dan kesepakatan keluarga. Kondisi masyarakat Minangkabau di Kecamatan Tembilahan yang hidup dalam lingkungan perantauan menyebabkan beberapa tahapan dan tradisi adat mengalami penyederhanaan. Meskipun demikian, nilai-nilai kebersamaan, musyawarah, dan penghormatan terhadap keluarga tetap dipertahankan dalam pelaksanaan perkawinan. Penelitian ini juga menemukan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan perkawinan lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan tradisi adat daripada persoalan mahar. Dalam perspektif Living Qur'an, ayat-ayat mahar tidak hanya dipahami sebagai ketentuan normatif, tetapi juga diimplementasikan dalam v kehidupan masyarakat melalui praktik pemberian mahar sesuai dengan prinsipprinsip syariat Islam. Dengan demikian, pemahaman masyarakat terhadap ayat-ayat mahar terlihat dalam praktik sosial melalui pemberian mahar kepada calon istri, penentuan berdasarkan kesepakatan, serta penyesuaian praktik perkawinan dengan kondisi masyarakat perantauan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara pemahaman terhadap Al-Qur'an, praktik keagamaan, dan keberlangsungan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat suku Minang di Kecamatan Tembilahan

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pemahaman, Praktik, Mahar, Suku Minang, Living Qur’an
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Nilam Sari
Date Deposited: 29 Sep 2026 09:13
Last Modified: 29 Sep 2026 09:13
URI: http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1282

Actions (login required)

View Item View Item