Erian Pratama, Deri (2026) Efektivitas Penempatan Umpan Beracun terhadap Pengendalian Hama Tikus (Rattus Spp.) pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_01_AWAL.pdf Download (962kB) | Preview |
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_02_BAB 1.pdf Download (92kB) | Preview |
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_03_BAB II.pdf Download (298kB) | Preview |
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_04_BAB III.pdf Download (89kB) | Preview |
|
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_05_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (318kB) |
|
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_06_BAB V.pdf Download (74kB) | Preview |
Preview |
Text
203221010015_ DERI ERIAN PRATAMA_07_AKHIR.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
TURNITIN SKRIPSI_Deri_Erian_Pratama 38%.pdf Download (14MB) | Preview |
Abstract
Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2025 di lahan perkebunan masyarakat Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 perlakuan yaitu tanpa pemberian umpan beracun (A0), pemberian umpan beracun pada ketiak pelepah daun (A1), dan pemberian umpan beracun pada piringan menghadap pasar pikul (A2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 7 kali, dengan setiap ulangan terdiri dari 20 pokok kelapa sawit sehingga total sampel sebanyak 420 pokok. Parameter yang diamati meliputi jumlah umpan yang dimakan, jumlah tikus mati, jumlah pokok yang diserang, jumlah tandan buah yang diserang, dan jumlah brondolan yang diserang. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penempatan umpan beracun berpengaruh nyata terhadap jumlah umpan yang dimakan, di mana perlakuan piringan menghadap pasar pikul menghasilkan rata-rata umpan dimakan tertinggi (56,06 gram) dibandingkan ketiak pelepah daun (46,96 gram). Perlakuan pemberian umpan beracun pada ketiak pelepah daun menghasilkan jumlah tikus mati tertinggi (12,57 ekor), namun secara statistik tidak berbeda nyata dengan perlakuan piringan menghadap pasar pikul (10,57 ekor). Sementara itu, parameter pokok yang diserang, tandan buah yang diserang, dan brondolan yang diserang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penempatan umpan pada piringan menghadap pasar pikul lebih efektif meningkatkan konsumsi umpan, sedangkan penempatan pada ketiak pelepah daun menghasilkan jumlah tikus mati tertinggi. Namun, tingkat serangan hama tikus setelah pemberian umpan beracun belum menunjukkan penurunan yang nyata selama periode pengamatan 25 hari
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Brodifakum, Kelapa Sawit, Pengendalian Hama, Rodentisida Antikoagulan, Tikus (Rattus spp.) |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 08:15 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 08:15 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
