Cahaya Sabariah, Cahaya Sabariah (2026) Efektivitas Ekstrak Kunyit Sebagai Bahan Anestesi Alami Terhadap Tingkah Laku dan Sintasan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell, 1822) Dalam Transportasi. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_01-Awal.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_02-Bab 1.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_03-Bab 2.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_04-Bab 3.pdf Download (1MB) | Preview |
|
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_05-Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_06-Bab 5.pdf Download (602kB) | Preview |
Preview |
Text
204191010005_Cahaya Sabariah_07-Akhir.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
SKRIPSI_CAHAYA_SABARIAH_Budidaya_Perairan 15 %.pdf Download (10MB) | Preview |
Abstract
Transportasi benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell, 1822) pada kepadatan tinggi dan waktu tempuh yang panjang dapat meningkatkan aktivitas metabolik, mempercepat konsumsi oksigen, memperburuk kualitas air, serta menurunkan sintasan benih setelah tiba di lokasi tujuan. Kondisi tersebut menjadi persoalan penting bagi kegiatan budidaya di Kabupaten Indragiri Hilir yang masih bergantung pada pasokan benih dari luar daerah. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh konsentrasi ekstrak kunyit sebagai anestetik alami terhadap tingkah laku benih selama transportasi, menganalisis pengaruhnya terhadap sintasan, dan menentukan konsentrasi yang paling efektif. Secara akademik, penelitian ini memperluas informasi mengenai pemanfaatan bahan nabati sebagai anestetik ikan, sedangkan secara praktis hasilnya diharapkan membantu pembudidaya mengurangi stres dan kematian benih selama pengangkutan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu P0 tanpa ekstrak, P1 sebanyak 5 mL/5 L air, P2 sebanyak 10 mL/5 L air, dan P3 sebanyak 15 mL/5 L air. Setiap perlakuan terdiri atas tiga ulangan dengan 50 ekor benih per unit, sehingga jumlah ikan yang digunakan sebanyak 600 ekor selama delapan jam transportasi. Parameter pengamatan meliputi skor tingkah laku, indeks tingkah laku, kualitas air, waktu pemulihan, dan sintasan, sedangkan data sintasan dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, ANOVA, dan Tukey HSD. P1 menghasilkan sedasi ringan yang paling stabil dengan indeks tingkah laku mendekati skor 1, keseimbangan tubuh tetap terjaga, gerakan operkulum teratur, dan pemulihan berlangsung lebih cepat. P2 dan P3 menimbulkan sedasi lebih dalam, sedangkan ikan kontrol tetap aktif pada awal perjalanan dan mengalami pelemahan menjelang transportasi berakhir. Sintasan tertinggi diperoleh pada P1 sebesar 98,67 ± 1,15%, diikuti P2 sebesar viii 94,00 ± 2,00%, P3 sebesar 90,00 ± 2,00%, dan P0 sebesar 88,00 ± 2,00%; perbedaan perlakuan berpengaruh nyata pada taraf 5%. Ekstrak kunyit 5 mL/5 L dinilai paling efektif sebagai acuan awal anestetik alami untuk transportasi benih Lele Dumbo. Penerapan lapangan tetap memerlukan uji terbatas, sedangkan penelitian lanjutan perlu mencakup karakterisasi senyawa aktif, pengukuran amonia dan indikator fisiologis, penggunaan anestetik pembanding, serta pemantauan sintasan selama 24–72 jam setelah transportasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anestetik Alami, Ekstrak Kunyit, Lele Dumbo, Sintasan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 07:12 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 07:12 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
