Alpiani, Alpiani (2026) Penafsiran Surat Al-Baqarah Ayat 255 Menurut Ar-Razi dan Az-Zamakhsyari. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (903kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 1.pdf Download (731kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 2.pdf Download (731kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB 3.pdf Download (745kB) | Preview |
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (994kB) |
|
Preview |
Text
BAB 5.pdf Download (541kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (564kB) | Preview |
Preview |
Text
SKRIPSI ALPIANI IAT 23%.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tauhid dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) yang acapkali melahirkan keragaman interpretasi di kalangan mufasir klasik. Fokus utama kajian ini adalah membedah secara komparatif penafsiran Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghayb dan Mahmud bin Umar Az-Zamakhsyari dalam kitab Al-Kashshaf. Kedua mufasir ini dipilih karena mewakili dua kutub epistemologi yang kontras namun sama-sama berbasis penalaran rasional (tafsir bi al-ra'yi): Ar-Razi yang kental dengan corak teologis-filosofis Asy‟ariyah, serta Az-Zamakhsyari yang mendasarkan penafsirannya pada keindahan sastra-linguistik (balaghah) bernuansa Mu‟tazilah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan menerapkan metode tafsir muqaran (komparatif). Data primer diperoleh secara langsung dari kedua kitab tafsir utama tersebut, yang kemudian dianalisis melalui tiga tahapan metodologis: inventarisasi penafsiran fragmen ayat, klasifikasi tema-tema teologis, serta analisis perbandingan untuk memetakan persamaan, perbedaan, beserta faktor latar belakang pemikiran masing-masing mufasir. Hasil penelitian ini menunjukkan dua temuan mendasar. Pertama, secara metodologis, Ar-Razi mengoperasikan nalar rasional sebagai perangkat metafisika spekulatif-falsafi untuk membela dogma Sunni-Asy'ariyah, sementara AzZamakhsyari memanfaatkan keakuratan struktur balaghah (Ma'ani, Bayan, dan Badi') guna melegitimasi doktrin Mu‟tazilah. Kedua, dari dimensi implikasi teologis, ditemukan adanya titik konvergensi (persamaan) dan divergensi (perbedaan). Dalam aspek konvergensi, kedua tokoh bersepakat menegakkan prinsip tanzih (menyucikan Allah dari sifat makhluk) dengan menolak makna harfiah atau fisik dari lafaz "Kursi" serta beralih ke metode takwil metaforis (majaz) demi menghindarkan paham antropomorfisme (tajsim). Sementara pada aspek divergensi, perbedaan tajam terjadi dalam memaknai konsep syafaat pada klausa "illa bi idznih". Ar-Razi memvalidasi keberadaan syafaat bagi pelaku dosa besar berdasarkan rahmat Allah, sedangkan Az-Zamakhsyari menolak tegas syafaat bagi pelaku dosa besar demi menegakkan prinsip keadilan Tuhan (al-'adl wa al-wa'id). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keragaman interpretasi antara Ar-Razi dan Az-Zamakhsyari bukanlah sebuah benturan yang destruktif, melainkan cerminan kekayaan intelektual dalam tradisi eksegesis Al-Qur'an.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 07:51 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 07:51 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
