Mairiza, Oktanola (2025) Analisis Yuridis Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Merek Dagang (Studi Kasus Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 161 K/PDT.SUS- HKI/2023). Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_01_Awal-1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_02_Bab 1.pdf Download (788kB) |
|
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_03_Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (682kB) |
|
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_04_Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (826kB) |
|
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_05_Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
|
|
Text
301211010019_Oktanola Mairiza_06_Akhir.pdf Download (637kB) |
|
|
Text
Pernyataan Karya Asli_Oktanola Mairiza_301211010019.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
Formulir Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah_Oktanola Mairiza_301211010019.pdf Download (502kB) |
|
|
Text
Bukti Lulus Turnitin Oktanola.pdf Download (12MB) |
Abstract
Perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual (HKI), khususnya merek dagang, memiliki posisi penting dalam sistem hukum perdata Indonesia.Perlindungan ini bertujuan untuk menjaga hak eksklusif pemilik merek, mencegah terjadinya persaingan tidak sehat, serta memberikan dasar hukum bagi pemilik merek dalam menuntut ganti rugi apabila terjadi pelanggaran. Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap merek dagang melalui studi kasus sengketa antara MS Glow dan PS Glow, dengan fokus pada analisis yuridis terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 161 K/PDT.SUS-HKI/2023. Perumusan masalah dalam peneltian ini yaitu 1). Bagaimana analisis yuridis perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual merek dagang (Studi Kasus Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 161 K/PDT.SUS- HKI/2023) 2). Bagaimana pertimbangan hakim terhadap sengketa hak kekayaan intelektual merek dagang pada Ms Glow dan Ps Glow dalam putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 161 K/PDT.SUS-HKI/2023? Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Penelitian ini menelaah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, terutama Pasal 83 yang mengatur mengenai hak pemilik merek untuk mengajukan gugatan perdata atas dasar pelanggaran, termasuk tuntutan ganti rugi dan penghentian penggunaan merek oleh pihak lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan MS Glow terhadap PS Glow berlandaskan pada prinsip "first to file" dan adanya persamaan pada pokoknya antara kedua merek. Meskipun pada tingkat pertama MS Glow sempat dinyatakan kalah, Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi mengabulkan permohonan kasasi MS Glow dan memutuskan bahwa pendaftaran merek PS Glow dilakukan dengan itikad tidak baik serta melanggar hak merek yang lebih dahulu terdaftar. Putusan ini menjadi preseden penting dalam perlindungan hukum perdata terhadap pemilik merek, karena hakim tidak hanya memerintahkan pembatalan pendaftaran merek, tetapi juga mengakui hak eksklusif penggugat dan membuka ruang untuk gugatan ganti rugi atas dasar wanprestasi dan/atau perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa melalui jalur perdata, pemilik merek memiliki landasan hukum yang kuat untuk menuntut perlindungan dan pemulihan hak atas dasar pelanggaran terhadap kekayaan intelektualnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > KD Civil Law |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Resti Dwi Monica |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 08:04 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 08:04 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
