Listrizah, Listrizah (2026) Konsep Kekekalan Orang Kafir Di Neraka Dalam Tafsir Al-Maraghi: Analisis Tematik Lafaz Khalidina Fiha. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
603221010017_ LISTRIZA_01_AWAL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZAH_02_BAB I.pdf Download (727kB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZAH_03_BAB II.pdf Download (784kB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZA_04_BAB III.pdf Download (756kB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZAH_05_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (779kB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZAH_06_BAB V.pdf Download (349kB) |
|
|
Text
603221010017_ LISTRIZAH_07_AKHIR.pdf Download (436kB) |
|
|
Text
hasil-plagiarisme-SKRIPSI LISTRIZAH baru.pdf Download (13MB) |
Abstract
Al-Qur‟an merupakan sumber utama ajaran Islam yang memberikan petunjuk bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Salah satu konsep yang dibahas adalah kekekalan orang kafir di dalam neraka yang antara lain digambarkan melalui lafaz khalidina fiha. Lafaz tersebut menunjukkan makna menetap dan berlangsung terus-menerus di dalam neraka sebagai konsekuensi dari kekufuran dan penolakan terhadap kebenaran. Penelitian ini mengkaji konsep kekekalan orang kafir melalui penafsiran Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi yang bercorak adabi ijtima‘i. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) menggunakan metode tafsir maudhu‘i (tematik) berbasis term. Sumber primer penelitian adalah Al-Qur‟an dan Tafsir Al-Maraghi, sedangkan sumber pendukung berupa kitab tafsir, kamus, buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan ayat, mengkaji makna khalidina fiha, serta menganalisis penafsiran al-Maraghi terhadap ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kekekalan orang kafir dalam Al-Qur‟an menggambarkan keadaan menetap di dalam neraka sebagai balasan atas kekufuran, penolakan terhadap kebenaran, pendustaan terhadap ayat-ayat Allah, kesombongan, dan pendurhakaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Penafsiran Ahmad Mustafa al-Maraghi terhadap lafaz khalidina fiha menunjukkan makna tinggal dan menetap di dalam neraka secara terus-menerus, tanpa memperoleh keringanan azab maupun jalan keluar. Ayat-ayat yang menjadi objek kajian meliputi QS. al-Baqarah [2]: 162, QS. Ali „Imran [3]: 88, QS. al-Nisa‟ [4]: 169, QS. al-An„am [6]: 128, QS. al-A„raf [7]: 36, QS. al-Taubah [9]: 68, QS. al-Nahl [16]: 29, QS. al-Ahzab [33]: 65, QS. al-Zumar [39]: 72, QS. Ghafir [40]: 76, QS. al-Taghabun [64]: 10, QS. al-Jinn [72]: 23, dan QS. al-Bayyinah [98]: 6. Berdasarkan penafsiran tersebut, konsep khalidina fiha tidak hanya memiliki dimensi teologis yang menjelaskan balasan akhirat, tetapi juga mengandung dimensi moral dan sosial berupa peringatan agar manusia menjauhi kekufuran, pendustaan terhadap kebenaran, dan pendurhakaan, serta membangun kehidupan yang berlandaskan keimanan, tanggung jawab, dan ketaatan kepada Allah Swt., kekekalan dalam penafsiran Al-Maraghi tidak hanya menunjukkan lamanya azab, tetapi juga menunjukkan ketetapan keadaan penghuni neraka sebagai balasan atas kekufuran dan penolakan terhadap petunjuk Allah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konsep,Kekekalan, kafir, neraka, Al-Maraghi |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 09:03 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 09:03 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1261 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
