Nur Azizah, Siti (2026) Konsep Janji (al-wa‘d) dan Ancaman (al-wa‘īd) Menurut Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_01_Awal.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_02_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_03_BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_04_BAB III.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_05_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_06_BAB V.pdf Download (581kB) |
|
|
Text
603221010004_Siti Nur Azizah_07_Akhir.pdf Download (703kB) |
|
|
Text
TURNITIN SKRIPSI SITI NUR AZIZAH IAT 39%.pdf Download (16MB) |
Abstract
Salah satu bentuk keindahan bahasa al-Qur’an terlihat dari cara Allah menyampaikan pesan-Nya melalui ayat-ayat janji (al-wa‘d) dan ancaman (al-wa‘īd). Janji Allah menjadi motivasi untuk melakukan kebaikan, sedangkan ancaman-Nya menjadi peringatan agar manusia menjauhi kemaksiatan dan pelanggaran. Keduanya membentuk keseimbangan antara harapan dan rasa takut serta memiliki fungsi moral dan sosial dalam mengarahkan perilaku manusia. Penelitian ini berfokus pada penafsiran ayat-ayat janji dan ancaman menurut Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilal alQur’an yang bercorak adabī ijtimā‘ī. Sayyid Qutb tidak hanya memperhatikan aspek lafaz, tetapi juga mengaitkan kandungan ayat dengan kehidupan manusia serta mengelompokkan ayat-ayat yang memiliki keterkaitan makna dalam satu rangkaian pembahasan. Maka penelitian ini bertujuan mengetahui penafsiran Sayyid Qutb terhadap pesan dan kandungan ayat yang berkaitan dengan janji dan ancaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tematik (maudhu‘i) dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian adalah Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb, sedangkan sumber sekunder berupa kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Sayyid Qutb terhadap enam ayat memperlihatkan beragam bentuk dan fungsi janji serta ancaman Allah. Lafaz al-wa‘d dalam QS. al-Baqarah [2]: 268 menunjukkan janji ampunan dan karunia sebagai dorongan untuk berinfak dengan harta yang baik; al-‘ahd dalam QS. al-Aḥzāb [33]: 23 menggambarkan keteguhan dan konsistensi orang-orang mukmin dalam menepati janji kepada Allah; al-mīṡāq dalam QS. al-Mā’idah [5]: 12 menunjukkan perjanjian Allah dengan Bani Israil yang mengandung janji pertolongan, pengampunan, dan balasan kebaikan serta konsekuensi kesesatan bagi yang mengingkarinya. Sementara itu, alwa‘īd dalam QS. Ibrāhīm [14]: 14 berfungsi sebagai peringatan dan pengendali moral agar manusia tidak sombong, zalim, dan melampaui batas; al-‘iqāb dalam QS. al-Anfāl [8]: 52 menggambarkan hukuman bagi orang yang mendustakan ayat-ayat Allah sekaligus peringatan agar tidak kufur dan durhaka; dan al-‘adzāb dalam QS. Āli ‘Imrān [3]: 77 menggambarkan azab bagi orang yang memperjualbelikan janji dan sumpah kepada Allah demi kepentingan duniawi. Dengan demikian, janji dan ancaman Allah menurut Sayyid Qutb tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memiliki fungsi moral dan sosial dalam membentuk perilaku serta menunjukkan konsekuensi nyata dari setiap perbuatan manusia. v
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Janji (al-wa‘d), dan Ancaman (al-wa‘īd), Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 09:28 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 09:28 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1289 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
