Puspita Sari, Rahmah Ayu i (2026) Penafsiran Ayat-Ayat Uzlah Menurut Wahbah Az-Zuhaili Dan Ibnu Katsir. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 01_AWAL.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 02_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 03_BAB II.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 04_BAB III.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 05_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 06_BAB V.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
603221010020_ RAHMAH AYU PUSPITA SARI_ 07_AKHIR.pdf Download (455kB) |
|
|
Text
TURNITIN_ SKRIPSI RAHMAH AYU.pdf Download (13MB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena ada pemahaman bahwa uzlah berarti mengasingkan diri atau menjauh dari kehidupan sosial. Padahal dalam Al-Qur'an, konsep uzlah memiliki arti dan situasi yang berbeda-beda, seperti memisahkan diri dari perbuatan kemusyrikan, mempertahankan iman meski di lingkungan yang membahayakan, serta menjauhi kondisi yang bisa merusak agama dan akhlak seseorang. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana kedua mufasir, yaitu Wahbah az-Zuhaili dan Ibnu Katsir, memahami ayat-ayat uzlah, serta bagaimana persamaan dan perbedaan dalam penafsiran mereka terhadap ayat-ayat tersebut. Penelitian ini dibatasi pada QS. Maryam [19]: 48–49, QS. Ad-Dukhan [44]: 20–21, dan QS. Al-Kahfi [18]: 16. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur'an, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan Tafsir Ibnu Katsir, sedangkan sumber data sekunder meliputi buku, jurnal, skripsi, artikel, serta berbagai literatur lain yang terkait dengan topik uzlah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan berdasarkan makna Al-Qur’an dan tafsir yang berdasarkan tema atau pokok pembahasan. Data diperoleh dengan cara mencari ayat-ayat yang membahas uzlah, lalu meneliti penafsiran dari Wahbah az-Zuhaili dan Ibnu Katsir, serta menganalisis kesamaan dan perbedaan antara kedua penafsiran tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili dan Ibnu Katsir keduanya mengerti bahwa uzlah adalah tindakan menjauh atau memisahkan diri dari lingkungan tertentu, jika lingkungan itu bisa mengganggu iman, keyakinan, atau keselamatan seseorang. Dalam QS. Maryam [19]: 48–49, Uzlah menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim a.s.dipahami sebagai sikap memisahkan diri dari kemusyrikan yang dilakukan oleh kaumnya. Dalam QS. Ayat 20-21 surah Ad-Dukhan, 44, menjelaskan tentang sikap Nabi Musa a.s.ketika menghadapi ancaman dan kezaliman. Sementara dalam QS. Al-Kahfi [18]: 16, uzlah Ashabul Kahfi adalah usaha untuk menjauh dari lingkungan yang bisa merusak iman mereka. Persamaan kedua terletak pada pemahaman bahwa uzlah dilakukan dengan syarat tertentu dan bertujuan untuk menjaga agama, iman, serta keselamatan. Perbedaannya terlihat pada corak penafsiran. Ibnu Katsir lebih fokus pada riwayat, hadis, ucapan para sahabat, dan tabi'in, sedangkan Wahbah az-Zuhaili memberikan penjelasan yang lebih luas lagi dengan mengaitkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan aspek bahasa, keimanan, hukum, serta kondisi hidup manusia. Oleh karena itu, dalam perspektif kedua mufasir, uzlah bukan berarti memutus hubungan sosial secara pasti, melainkan sikap yang tergantung pada situasi untuk menjaga iman dan menghindari dampak negatif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ayat-Ayat Uzlah, Wahbah Az-Zuhaili, Ibnu Katsir |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 09:03 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 09:03 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1354 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
