Fatimah Azzahra, Putri (2026) Implementasi Pencantuman Ahli Waris dalam Surat Keterangan Waris di Kelurahan Tembilahan Hilir. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 01-Cover_Pengesahan_Abstrak.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_02-Pendahuluan.pdf Download (798kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_03-Bab 1.pdf Download (692kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 04-Bab 2.pdf Download (1MB) | Preview |
|
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 05-Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (895kB) |
|
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 06-Bab 4 (1).pdf Download (436kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 07-Daftar Pustaka.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
301221010045_Putri Fatimah Azzahra_ 00-Bukti Turnitin.pdf Download (19MB) | Preview |
Abstract
Surat Keterangan Waris (SKW) merupakan dokumen yang berfungsi sebagai alat pembuktian dan dasar administratif dalam berbagai urusan kewarisan. Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI), ahli waris tidak hanya terdiri dari suami atau istri dan anak, tetapi juga orang tua pewaris yang masih hidup. Namun, dalam praktik di Kelurahan Tembilahan Hilir masih ditemukan SKW yang tidak mencantumkan orang tua pewaris sebagai ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pencantuman ahli waris dalam SKW serta dampak dan upaya yang dapat dilakukan terkait tidak dicantumkannya orang tua pewaris sebagai ahli waris. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses implementasi pencantuman ahli waris dalam surat keterangan ahli waris (SKW) di kelurahan tembilahan hilir. 2) Apa dampak tidak dicantumkannya orang tua pewaris sebagai ahli waris dalam surat keterangan waris (SKW) di kelurahan tembilahan hilir serta bagaimana upaya yang dapat dilakukan. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan aparatur Kelurahan Tembilahan Hilir serta masyarakat yang pernah mengajukan SKW. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan 1). Bagaimana proses implementasi pencantuman ahli waris dalam Surat Keterangan Waris (SKW) di Kelurahan Tembilahan Hilir. Menunjukkan bahwa pencantuman ahli waris dalam SKW umumnya didasarkan pada dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan surat kematian. Dalam praktiknya, ahli waris yang dicantumkan lebih berfokus pada keluarga inti, yaitu suami atau istri dan anak-anak pewaris, sehingga orang tua pewaris tidak selalu dicantumkan. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara praktik administrasi dan ketentuan KHI. Dampaknya adalah belum terwujudnya kepastian dan perlindungan hukum secara optimal bagi seluruh ahli waris. Upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hukum kewarisan, memberikan penjelasan yang lebih rinci oleh aparat kelurahan, serta menyesuaikan praktik administrasi dengan ketentuan KHI.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Surat Keterangan Waris, Ahli Waris, Kompilasi Hukum Islam |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 06:42 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 06:42 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1422 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
