Pelaksanaan Antisipasi Tindak Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Hukum Polsek Reteh

Yanto, Budi (2026) Pelaksanaan Antisipasi Tindak Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Hukum Polsek Reteh. Journal of Innovative and Creativity. ISSN 2775-771X

[thumbnail of 2616.+ID+13316+Budi+24146-24153.pdf]
Preview
Text
2616.+ID+13316+Budi+24146-24153.pdf

Download (279kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan antisipasi tindak pidana pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh Polsek Reteh di wilayah hukumnya serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan antisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris (sosiologis) dengan sifat penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan berupa wawancara serta didukung oleh studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan antisipasi tindak pidana pembakaran hutan dan lahan oleh Polsek Reteh dilakukan melalui upaya preemtif, preventif, dan represif. Upaya preemtif dilaksanakan melalui penyuluhan hukum, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Upaya preventif dilakukan melalui patroli rutin di daerah rawan kebakaran, koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, ManggalaAgni, pemerintah desa, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penyelidikan, penyidikan, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan antisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu profesionalisme aparat kepolisian, jumlah personel, serta ketersediaan sarana dan prasarana, dan faktor eksternal, yaitu kesadaran hukum masyarakat, kondisi geografis wilayah, koordinasi antarinstansi, serta partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan antisipasi tindak pidana pembakaran hutan dan lahan sangat bergantung pada sinergi antara kepolisian, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas personel, penguatan koordinasi, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat guna mewujudkan upaya pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: antisipasi, tindak pidana, pembakaran hutan dan lahan, kepolisian, Polsek Reteh
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Nilam Sari
Date Deposited: 23 Oct 2026 09:33
Last Modified: 23 Oct 2026 09:33
URI: http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1581

Actions (login required)

View Item View Item