Syaufi Alkhair, Rahwan (2026) Pelaksanaan Penegakan Hukum Pidana terhadap Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Tembilahan. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_01-Cover_Abstrak_Pengesahan.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_02-Pendahuluan.pdf Download (463kB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_03-Bab1.pdf Download (536kB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_04-Bab2.pdf Download (570kB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_05-Bab3.pdf Download (619kB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_06-Bab4.pdf Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
301221010052_Rahwan Syaufi Alkhair_07-Pustaka_Lampiran.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bukti Lulus Turnitin Rahwan Syaufi Alkhair.pdf Download (21MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap penjualan rokok tanpa cukai di Tembilahan, serta hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan penegakan hukum tersebut. Penjualan rokok tanpa cukai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, khususnya Pasal 54 dan Pasal 56, yang mengatur mengenai peredaran barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai serta perbuatan yang berkaitan dengan upaya mengelakkan pembayaran cukai. Permasalahan hukum dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap penjualan rokok tanpa cukai di Tembilahan?, 2) Apa hambatan dan upaya pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap penjualan rokok tanpa cukai di Tembilahan?. Permasalahan tersebut digunakan untuk mengetahui pelaksanaan penegakan hukum terhadap penjualan rokok tanpa cukai serta faktor yang mempengaruhi efektivitasnya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data primer diperoleh melalui obeservasi dan wawancara dengan pihak yang berkaitan dengan penegakan hukum terhadap penjualan rokok tanpa cukai di wilayah Tembilahan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui peraturan perundangundangan, buku, jurnal, dan bahan hukum lainnya yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode berpikir deduktif berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana terhadap penjualan rokok tanpa cukai di Tembilahan dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif meliputi patroli, pengawasan, kegiatan intelijen, sosialisasi, edukasi, serta kerja sama dengan masyarakat dan instansi terkait. Upaya represif dilakukan melalui penindakan, penyitaan barang bukti, penelitian, penyidikan oleh PPNS Bea Cukai, hingga pelimpahan perkara kepada kejaksaan apabila unsur pidana terpenuhi. Namun, pelaksanaannya belum maksimal karena masih ditemukan penjualan rokok tanpa cukai. Hambatan meliputi luasnya wilayah pengawasan, banyaknya jalur perairan dan pelabuhan tidak resmi, keterbatasan personel dan sarana, berkembangnya modus pelaku, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Upaya yang dilakukan berupa peningkatan pengawasan, koordinasi antarinstansi, sosialisasi, dan penindakan secara konsisten dengan memperhatikan prinsip ultimum remedium.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan Hukum Pidana, Penjualan Rokok, Bea cukai |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 08:32 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 08:32 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1155 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
