Risvani Syafha. S, Maulidya (2026) Analisis Kesesuaian Lahan Akuakultur di Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha. S_01-Awal.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha. S_02-Bab1.pdf Download (822kB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha. S_03-Bab 2.pdf Download (737kB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha. S_04-Bab 3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha. S_05-Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha S_06-Bab 5.pdf Download (658kB) |
|
|
Text
204211010006_Maulidya Risvani Syafha S_07-Akhir.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
SKRIPSI_MAULIDYA_Budidaya_Perairan 19 %.pdf Download (18MB) |
Abstract
Wilayah lahan basah pesisir memerlukan perencanaan spasial yang tepat untuk mendukung pengembangan akuakultur yang berkelanjutan, terutama pada kawasan dengan keterbatasan lingkungan yang dapat memengaruhi potensi produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan untuk pengembangan akuakultur di Kecamatan Tembilahan Hulu melalui pendekatan pemodelan geospasial terintegrasi berbasis parameter biofisik dan analisis spasial. Pengukuran kualitas air permukaan dilakukan secara in situ pada kondisi pasang dan surut di enam stasiun pengamatan. Data kualitas air tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) untuk menghasilkan distribusi spasial parameter lingkungan. Selanjutnya, metode weighted overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan menggunakan pendekatan evaluasi keputusan multi-kriteria (Multi-Criteria Decision Evaluation/MCDE) untuk menentukan zona kesesuaian lahan akuakultur. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah penelitian dengan luas 14.870,31 ha terbagi menjadi empat kelas kesesuaian lahan, yaitu sangat sesuai (S1) seluas 1.246,75 ha, cukup sesuai (S2) seluas 1.968,44 ha, sesuai marginal (S3) seluas 9.772,76 ha, dan tidak sesuai (N) seluas 1.882,36 ha. Dominasi kelas S3 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian memiliki potensi pengembangan akuakultur, tetapi memerlukan strategi pengelolaan dan intervensi teknis untuk mengatasi faktor pembatas lingkungan. Faktor pembatas utama dalam pengembangan akuakultur di wilayah penelitian adalah kondisi pH yang relatif rendah dan fluktuasi oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) yang dipengaruhi oleh karakteristik ekosistem lahan basah serta kondisi geopedologi wilayah. Model spasial yang dikembangkan menunjukkan kemampuan yang baik sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan dalam penentuan zona pengembangan akuakultur. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengembangan perikanan regional yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kesesuaian akuakultur; pemodelan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG); interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted); tumpang susun berbobot (weighted overlay). |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:57 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1204 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
