Makna AL-Hubb Menurut Al-Qurthubi

Junaidi, Junaidi (2026) Makna AL-Hubb Menurut Al-Qurthubi. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.

[thumbnail of A. COVER SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
A. COVER SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (12MB)
[thumbnail of B. BAB I SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
B. BAB I SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (477kB)
[thumbnail of C. BAB II SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
C. BAB II SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (560kB)
[thumbnail of D. BAB III SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
D. BAB III SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (510kB)
[thumbnail of E. BAB IV SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
E. BAB IV SKRIPSI JUNAIDI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (689kB)
[thumbnail of F. BAB V SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
F. BAB V SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of G. AKHIR SKRIPSI JUNAIDI.pdf] Text
G. AKHIR SKRIPSI JUNAIDI.pdf

Download (310kB)
[thumbnail of SKRIPSI JUNAIDI TURNITIN.pdf] Text
SKRIPSI JUNAIDI TURNITIN.pdf

Download (15MB)

Abstract

Penelitian kepustakaan ini mengkaji konsep cinta (al-hubb) secara tematik dalam tafsir karya Imam Al-Qurthubi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat modern yang kerap memaknai cinta secara sempit dan melepaskannya dari nilai-nilai agama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna cinta menurut pandangan Al-Qurthubi sekaligus melihat pengaruhnya terhadap pembentukan etika di dalam Islam. Berdasarkan penelitian ini, Al-Qurthubi memandang cinta (al-hubb) bukan sekadar perasaan biasa, melainkan bagian penting dari iman. Cinta ini menjadi fondasi utama yang mendorong seseorang untuk patuh pada aturan agama. Bukti nyata dari cinta kepada Allah adalah dengan meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Ketaatan inilah yang pada akhirnya akan mendatangkan balasan cinta dari Allah sekaligus ampunan atas dosa-dosa kita. Menurut Al-Qurthubi, cinta harus dipahami dari berbagai sisi seperti bahasa, hukum agama, hadis, dan kehidupan sosial. Ia membagi cinta menjadi beberapa bentuk: cinta kepada Allah, sesama muslim, orang tua, hingga cinta pada hal duniawi (seperti harta dan keluarga). Cinta kepada sesama dibuktikan lewat persaudaraan yang baik, sedangkan cinta duniawi tidak boleh berlebihan. Intinya, semua bentuk cinta harus selalu sejalan dengan iman dan aturan agama. Konsep cinta ini masih sangat cocok diterapkan di zaman sekarang. Tujuannya agar kita tidak terjebak dalam gaya hidup yang gila harta, terlalu mengejar kesenangan, atau krisis iman. Memiliki cinta yang seimbang akan membentuk karakter muslim yang baik dan menciptakan hubungan yang damai— baik dengan Allah, sesama manusia, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa al-hubb dalam Tafsir Al-Qurthubi memiliki makna yang integral dan transformatif, tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah, tetapi juga berimplikasi pada kehidupan sosial dan akhlak. Cinta harus diwujudkan melalui iman, amal, ketaatan, dan akhlak yang sesuai dengan syariat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian tafsir tematik serta menjadi rujukan dalam memahami konsep cinta secara komprehensif berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Makna AL-Hubb, Al-Qurthubi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Nilam Sari
Date Deposited: 29 Sep 2026 08:05
Last Modified: 29 Sep 2026 08:05
URI: http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1276

Actions (login required)

View Item View Item