Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri 033 Tembilahan

Angriani, Riska (2026) Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri 033 Tembilahan. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.

[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_01_Cover_Abstrak_Pengesahann (2).pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_01_Cover_Abstrak_Pengesahann (2).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_02_Pendahuluan..pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_02_Pendahuluan..pdf

Download (331kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_03_BAB 1..pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_03_BAB 1..pdf

Download (405kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_04_BAB 2 ..pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_04_BAB 2 ..pdf

Download (575kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_05_BAB 3 ..pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_05_BAB 3 ..pdf

Download (438kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_06_BAB 4 ..pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_06_BAB 4 ..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (736kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_07_BAB 5 .pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_07_BAB 5 .pdf

Download (286kB)
[thumbnail of 602221010023_RISKA ANGRIANI_08_Pustaka_Lampiran.pdf] Text
602221010023_RISKA ANGRIANI_08_Pustaka_Lampiran.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI RISKA ANGRIANIII MPI 50%.pdf] Text
SKRIPSI RISKA ANGRIANIII MPI 50%.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator, mengetahui semangat belajar ABK, serta menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan semangat belajar ABK di SLB Negeri 033 Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa ABK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan, perhatian terhadap kebutuhan siswa, dukungan kepada guru, apresiasi, keteladanan, penciptaan iklim sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Semangat belajar ABK terlihat dari kemauan mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan pendampingan, memahami materi melalui metode sederhana dan konkret, meningkatnya rasa percaya diri, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Dengan demikian, peran kepala sekolah sebagai motivator berkontribusi positif terhadap peningkatan semangat belajar ABK melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan siswa

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Peran Kepala Sekolah, Motivator, Semangat Belajar, Anak Berkebutuhan Khusus.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Nilam Sari
Date Deposited: 25 Sep 2026 07:51
Last Modified: 25 Sep 2026 07:51
URI: http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1221

Actions (login required)

View Item View Item