Jalaluddin, Jalaluddin (2026) Makna dan Fungsi Al-lail dalam AlQur’an (Studi Tafsir Tematik dan Relevansinya Terhadap Kehidupan Manusia). Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_AWAL.pdf Download (905kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_BAB I.pdf Download (615kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_BAB II.pdf Download (703kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_BAB III.pdf Download (667kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (597kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_BAB V.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_AKHIR.pdf Download (477kB) |
|
|
Text
603221010009_JALALUDDIN_cek turnitin.report.pdf Download (9MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran pola hidup masyarakat modern akibat perkembangan teknologi, yang menyebabkan waktu malam (al-lail) tidak lagi dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Malam yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dan meningkatkan kualitas ibadah sering digunakan untuk berbagai aktivitas yang kurang produktif. Fenomena tersebut mendorong perlunya kajian terhadap konsep al-lail dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (Maudhu’i) term agar diperoleh pemahaman yang utuh mengenai makna dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konsep al-lail berdasarkan penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer serta menjelaskan fungsi al-lail dalam Al-Qur’an beserta relevansinya terhadap kehidupan manusia kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan tafsir tematik (Maudhu’i) term. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an, dengan kitab tafsir utama Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili. Untuk memperkaya analisis, penelitian ini juga menggunakan Tafsir Ibnu Katsir, Fi Zhilalil Qur'an karya Sayyid Qutb, dan Tafsir an-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy sebagai sumber pembanding. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penghimpunan seluruh ayat yang memuat term al-lail serta analisis penafsiran para mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, makna al-lail dalam AlQur’an tidak hanya menunjuk pada malam sebagai rentang waktu sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar, tetapi juga dipahami sebagai ayat kauniyyah, waktu untuk beristirahat, waktu utama beribadah, serta sarana refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Berdasarkan kajian tafsir tematik terhadap penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer, al-lail mengandung dimensi kosmologis, biologis, spiritual, dan sosial. Kedua, fungsi al-lail dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan manusia kontemporer sebagai pedoman dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas, istirahat, dan ibadah. Implementasi nilai-nilai al-lail dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kualitas spiritual, serta mewujudkan kehidupan yang lebih seimbang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna dan Fungsi Al-lail,Tafsir Tematik, relevansi |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Agama Islam > Program Studi Ilmu Alqur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:15 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:15 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
