Penerapan Safety Stock Dan Reorder Point (Rop) Untuk Mencegah Stockout Batako Pada Cv. Panca Putra Gemilang

supriyanto, supriyanto (2026) Penerapan Safety Stock Dan Reorder Point (Rop) Untuk Mencegah Stockout Batako Pada Cv. Panca Putra Gemilang. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.

[thumbnail of supriyanto_cover 1.pdf] Text
supriyanto_cover 1.pdf

Download (995kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 1.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 1.pdf

Download (415kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 2.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 2.pdf

Download (609kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 3.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 3.pdf

Download (526kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 4.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (786kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 5.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (410kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 6.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 6.pdf

Download (378kB)
[thumbnail of SUPRIYANTO_bab 7.pdf] Text
SUPRIYANTO_bab 7.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of TURNITIN_SUPRIYANTO.pdf] Text
TURNITIN_SUPRIYANTO.pdf

Download (19MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sistem pengelolaan persediaan bahan baku serta menentukan nilai Safety Stock dan Reorder Point (ROP) yang ideal untuk mencegah terjadinya kekurangan stok pada proses produksi batako di Panca Putra Gemilang Tembilahan. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah pengelolaan persediaan yang masih berlangsung secara manual berdasarkan perkiraan, sehingga sering kali terjadi kekurangan bahan baku yang menghambat proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data penggunaan bahan baku, waktu tunggu (lead time), dan situasi persediaan yang ada. Data tersebut dianalisis dengan menghitung rata-rata penggunaan harian, Safety Stock, dan Reorder Point. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan persediaan yang ada di perusahaan belum memperhitungkan tingkat penggunaan bahan baku serta lead time, sehingga berisiko mengakibatkan kekurangan stok. Rata-rata penggunaan bahan baku harian tercatat sebesar 14 sak semen dan 8 m³ pasir, dengan lead time standar selama tiga hari. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai Safety Stock sebesar 42 sak untuk semen dan 24 m³ untuk pasir. Selanjutnya, nilai Reorder Point yang diusulkan adalah 84 sak untuk semen dan 48 m³ untuk pasir. Penerapan metode Reorder Point diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih tepat dalam menentukan waktu pemesanan ulang sehingga kelangsungan produksi tetap terjaga, mengurangi risiko kekurangan persediaan, serta menekan biaya yang disebabkan oleh stockout

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Persediaan Bahan Baku, Reorder Point (ROP), Safety Stock, Kekurangan Stok, Lead Time, Batako.
Subjects: T Technology > IE Indusrial Engineering
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Industri
Depositing User: Nilam Sari
Date Deposited: 02 Oct 2026 07:34
Last Modified: 02 Oct 2026 07:34
URI: http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1370

Actions (login required)

View Item View Item