Sagita, Nurmahena (2026) Tinjauan Yuridis terhadap Pengalihan Kredit Kendaraan Bermotor yang Menjadi Objek Jaminan Fidusia Tanpa Persetujuan Kreditur Berdasarkan Pasal 23 Ayat (2) Undang Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_01_cover_abstrak pengesahan.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_02_pendahuluan.pdf Download (2MB) | Preview |
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_03_bab1.pdf Download (778kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_04_bab2.pdf Download (817kB) | Preview |
|
Text
301221010008_Nurmahena sagita_05_bab3.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_06_bab4.pdf Download (324kB) | Preview |
Preview |
Text
301221010008_Nurmahena sagita_daftar_pustaka.pdf Download (686kB) | Preview |
Preview |
Text
SKRIPSI NURMAHENA SAGITA 11_.pdf Download (19MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai pengalihan kredit kendaraan. bermotor tanpa persetujuan kreditur berdasarkan Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia serta akibat hukum yang ditimbulkan terhadap para pihak. Pengalihan kredit kendaraan bermotor sering terjadi dalam praktik masyarakat, khususnya melalui over kredit di bawah tangan tanpa melibatkan pihak perusahaan pembiayaan sebagai kreditur. Padahal kendaraan bermotor yang masih dalam masa pembiayaan merupakan objek jaminan fidusia yang hak kepemilikannya masih terkait dengan kepentingan. kreditur sampai kewajiban debitur dilunasi. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pengaturan hukum terhadap pengalihan kredit kendaraan bermotor tanpa persetujuan kreditur berdasarkan Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan Bagaimanakah akibat hukum terhadap pengalihan kredit kendaraan bermotor tanpa persetujuan kreditur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan cara menghubungkan ketentuan peraturan perundang-undangan, teori hukum, serta pendapat para ahli hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan kredit kendaraan bermotor tanpa persetujuan kreditur bertentangan dengan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia yang melarang pemberi fidusia mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda. yang menjadi objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia. Pengalihan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi karena debitur melanggar isi perjanjian pembiayaan yang telah disepakati dengan kreditur. Akibat hukum dari pengalihan tersebut adalah kreditur tetap memiliki hak eksekutorial terhadap objek jaminan fidusia dan berhak melakukan penarikan atau eksekusi kendaraan apabila debitur tidak memenuhi kewajibannya. Selain itu, pihak ketiga yang menerima pengalihan kendaraan bermotor juga dapat mengalami kerugian hukum apabila kendaraan tersebut Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Universitas Islam Indragiri menjadi objek eksekusi oleh kreditur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta pengawasan dari perusahaan pembiayaan agar pengalihan kredit kendaraan bermotor dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengalihan Kredit, Jaminan Fidusia, Persetujuan Kreditur |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 07:53 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 07:53 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1462 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
