Cahril, Ahmad (2026) Analisis Kerusakan pada Conveyor Angkut Sawit di Cv. 4 Putra dengan Metode Fishbone. Diploma thesis, Universitas Islam Indragiri.
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_01_COVER.pdf Download (971kB) | Preview |
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_02_BAB I.pdf Download (180kB) | Preview |
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_03_BAB II.pdf Download (187kB) | Preview |
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_04_BAB III.pdf Download (146kB) | Preview |
|
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_05_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (596kB) |
|
|
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_06_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (239kB) |
|
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_07_VI.pdf Download (102kB) | Preview |
Preview |
Text
402221010003_AHMAD CAHRIL_08_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (963kB) | Preview |
Preview |
Text
9% TURNITIN 40222101003 AHMAD CAHRIL 2026.pdf Download (12MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis akar penyebab kerusakan conveyor angkut sawit di CV. 4 Putra menggunakan metode Fishbone. Conveyor berfungsi memindahkan tandan buah segar (TBS) dari tempat pengumpulan ke kendaraan pengangkut, namun sering mengalami kerusakan seperti rantai putus, overheat mesin dan gearbox, serta rangka bengkok yang menyebabkan downtime tidak terencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan conveyor tinggi (6 kali/minggu, 3 jam/hari) dengan spesifikasi mesin Dompeng S 195 (13 HP, 2200 RPM) dan rantai berukuran 2 cm yang kurang sesuai beban 5-8 ton/jam. Frekuensi kerusakan tertinggi adalah overheat mesin dan gearbox (masing-masing 31,25%), rantai putus (25%), dan rangka bengkok (12,5%) dengan total downtime 6 jam 45 menit. Analisis Fishbone mengungkap faktor mesin sebagai penyebab dominan (33,3%), diikuti manusia, metode, dan lingkungan (masing-masing 16,7%), serta material dan anggaran (masing-masing 8,3%). Kesimpulannya, kerusakan disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, prosedural, SDM, lingkungan, dan anggaran yang saling memperparah. Rekomendasi perbaikan meliputi perubahan dari perawatan korektif ke preventif, penggantian rantai dengan spesifikasi sesuai, penyusunan SOP, pelatihan SDM, perbaikan lingkungan kerja, dan alokasi anggaran perawatan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Conveyor Sawit, Kerusakan, Metode Fishbone, Perawatan Preventif, Downtime |
| Subjects: | T Technology > IE Indusrial Engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Industri |
| Depositing User: | Nilam Sari |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 04:40 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 04:40 |
| URI: | http://repository.unisi.ac.id/id/eprint/1508 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
